Program bantuan subsidi upah ini merupakan bantuan bagi pekerja/buruh yang terdampak Covid-19, khususnya pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dengan upah di bawah Rp5 juta. Nantinya, bantuan akan diberikan secara langsung kepada pekerja/buruh yang dinyatakan berhak untuk mendapatkan subsidi ini. Penyalurannya secara non tunai melalui Bank-bank BUMN yang terhimpun dalam HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara).

 

Bantuan ini merupakan program stimulus yang digodok bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian BUMN, Kemnaker, Kemenkeu, dan BPJS Ketenagakerjaan. Kita targetkan program ini dapat berjalan bulan September.

 

Adapun, bantuan yang diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan dan akan diberikan secara bertahap. Masing-masing tahap sebesar Rp1,2 juta. Jadi total bantuan sebesar Rp2,4 juta.

 

Sedangkan mekanisme pemberian bantuan melibatkan banyak pihak. Dimulai dari BPJS Ketenagakerjaan yang mengirimkan data yang sudah terverifikasi dan validasi kepada Kemnaker. Kemuadian, Kemnaker menyampaikan data tersebut kepada Ditjen Perbendaharaan dalam rangka sinkronisasi untuk menghindari duplikasi penerima bantuan sosial atau bantuan pemerintah lainnya dari pemerintah lain. Selanjutnya, data yang sudah disinkronisasi  sampaikan kepada Kemenaker untuk proses pembayaran kepada penerima bantuan melalui Bank Penyalur Bantuan.

 

Pemerintah berharap subsidi ini dapat menjaga daya beli dan kesejahateraan pekerja yang terdampak Covid-19 serta mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga dan keempat.